*Kehilangan atas kehilangan

Kamis, 27 September 2012 0 comments
Semua orang, sebahagia apapun hidupnya, manusiawi jika pernah sekali, dua kali, bahkan lebih mengalami kehilangan yg menyakitkan... Ada yg kehilangan harta kesayangan, seperti dompet, HP, kamera, motor, mobil, kucing, bunga... Ada yg kehilangan dokumen, macam KTP, passport, surat nikah, surat cerai... Ada yg kehilangan anggota keluarga, seperti ayah, ibu, suami, istr i, adik, kakak, teman... Ada yg kehilangan sesuatu yg lbh susah dijelaskan, seperti cinta, ketenangan, kenyamanan, harga diri, reputasi... Apapun bentuknya, kehilangan itu selalu kongkret... mulai dr secara fisik memang tidak ada lagi.. menatap ruangan kosong tempat benda itu dulu berada.. menatap kamar kosong tempat seseorang itu dulu sering bersenda-gurau... hingga secara jiwa... hati yg nelangsa, perasaan yg kosong, posisi yg tidak lg dihargai... sehingga menimbulkan rindu, marah, sedih, menangis, dsbgnya.... Lantas, sepanjang hidup kalian selama ini, kawan... kehilangan apakah yg membuat kalian merasa begitu sedih? Mari tepekur sejenak, mengingat2... lantas sebutkan dlm hati, kehilangan apa yg paliiinggg membuat kalian sedih? Jika tidak ada, maka mari kita rubah pertanyaannya: kehilangan apakah yg paliiingg kalian takutkan di masa depan?? Karena sy punya satu... di antara kehilangan HP, kehilangan kamera, dokumen, cinta, nama baik, ayah, teman terbaik, dan sebagainya... sy ternyata memiliki sebuah kehilangan yg amat menyesakkan, belum terjadi (atau jangan2 sudah terjadi); yg membuat sy takut sekaliiii... bukan, tentu saja bukan kehilangan yg lazim, yang biasa... sy sungguh takut kehilangan "kehilangan"... kehilangan perasaan "kehilangan" itu sendiri... Tidak mengerti? Sama sy juga awalnya tidak mengerti kalimat aneh (meski bijak ini); membuat sy mikirr lamaa... padahal sejatinya, banyaaak sekali orang yg tidak tahu, tidak sadar, kalau dia sebenarnya telah: kehilangan perasaan "kehilangan" tersebut... tidak peduli; merasa semua baik2 saja... Kita kehilangan momen2 indah bersama keluarga; kasih-sayang kepada orang-tua; kedekatan... sibuk dgn hidup, rutinitas, dan teman2 baru yg boleh jd itu tidak hakiki... kehilangan saat2 menyenangkan saat bicara dgn ayah, ibu, adik, kakak... bercengkerama... kita sesungguh kehilangan, tp tidak tahu kalau kita telah kehilangan perasaan "kehilangan" tersebut... Kita kehilangan menikmati setiap detik nikmat hidup yg diberikan... setiap tarikan nafas... berdirilah di busway, atau bus2... ketika pagi tiba, tataplah deretan gedung2 tinggi.... apakah akan kita biarkan rutinitas menikam waktu, membiarkan kita tdk peduli ternyata betapa indahnya siluet dinding2 beton berlapis kaca... menatap aktivitas pengamen.. tukang asongan... kondektur yg membunyikan kerenceng uang logam di tangannya... tersenyum kepada orang di sebelah kita... kita tahu persis semua itu luar-biasa.. tp kita membiarkannya hilang.. kita kehilangan perasaan "kehilangan"... Dan di atas segalanya... ya Allah.. jangan sampai hamba tidak menyadari kalau hamba telah kehilangan perasaan kehilangan atas kasih-sayangMu... ber-barel2 nikmat dariMu... shalat wajib hanya menggunakan sisa2 waktu... itu pun dengan gerakan2 cepat... apalagi shalat malam yg harganya jika ditimbang setara langit dan bumi.. menangis saat mengharap ridhaMu... Ya Allah, sejatinya kami kehilangan itu semua... tp yg lebih menyedihkan lagi.. kami sungguh tidak merasa kalau kami telah kehilangan perasaan "kehilangan" hal2 tersebut... dari bang TERE Re Post Bakhrul-Ilmi

Waspada Dengan Godaan Wanita

Kamis, 20 September 2012 0 comments
Oleh IBRAHIM ABDULLAH ALLAH SWT telah menganugerahkan kepada kaum wanita keindahan, dan kecantikan yang membuatkan kaum lelaki tertarik kepada mereka. Namun syariat yang suci tidak memperkenankan keindahannya itu dipamerkan seperti barang dagangan. Sebaliknya kenyataan dan realiti yang kita jumpai sekarang ini wanita justeru menjadi sumber fitnah bagi lelaki. Di jalan-jalan, di program televisyen atau cakera padat video (VCD) dan media massa, wanita mendedahkan aurat sekehendak hatinya. Apa lagi melalui pertandingan kecantikan, pertunjukan filem dan drama yang menunjukkan keindahan tubuh wanita sehingga seolah-olah tidak ada seksa dan tidak kenal apa itu dosa. Benarlah sabda Rasulullah SAW yang bermaksud: Tidak pernah aku tinggalkan sepeninggalanku godaan yang lebih besar bagi kaum lelaki daripada wanita (Riwayat Bukhari dan Muslim). Begitulah realitanya, wanita menjadi sumber godaan yang telah banyak membuat lelaki lemah lutut dan terbenam dalam lumpur maksiat yang dibuat oleh syaitan untuk menenggelamkan manusia. Usaha-usaha untuk menggoda boleh terjadi secara halus, disedari ataupun tidak, secara terang-terangan mahupun tersembunyi. Lihatlah kisah Nabi Yusuf a.s ketika isteri pembesar Mesir secara terang-terangan menggoda beliau untuk diajak melakukan perkara yang sumbang. Nabi Yusuf pun menolak sambil berkata: Aku berlindung kepada Allah (daripada perbuatan yang keji itu), sungguh Tuhanku telah memperlakukan ku dengan baik (Yusuf: 23). Muhammad bin Ishak menceritakan: As-Sirri pernah melalui di suatu jalan di kota Mesir. Kerana tahu dirinya menarik, seorang wanita berkata: “Aku akan menggoda lelaki ini”. Maka wanita itu membuka wajahnya dan memperlihatkan dirinya di hadapan As-Sirri. Beliau lalu bertanya: “Ada apa denganmu ini?” Wanita itu berkata: “Mahukah anda merasakan tilam yang empuk dan kehidupan yang nikmat?” As-Sirri kemudian melantunkan syairnya: “Berapa banyak pencandu kemaksiatan yang mereguk kenikmatan dari wanita itu, namun akhirnya ia mati meninggalkan mereka untuk merasakan seksa yang nyata. “Mereka menikmati kemaksiatan yang hanya sesaat, untuk merasakan bekas-bekasnya yang tak kunjung padam. Wahai kejahatan, sesungguhnya Allah melihat dan mendengar hamba-Nya, dengan kehendak Dia pulalah kemaksiatan itu tertutup jua”. (Raudatul Muhibbin wa Nuzhalul Mustaqim, karya Ibnu Qayyim). Perhatikanlah bagaimana Rasulullah telah memperingatkan kepada kita melalui sabdanya yang bermaksud: Berhati-hatilah pada dunia dan berhati-hatilah pada wanita kerana fitnah pertama bagi Bani Israel adalah kerana wanita (Riwayat Muslim). Kini di era globalisasi, ketika arus informasi begitu deras mengalir, godaan mudah masuk ke rumah-rumah kita, melalui jaringan komunikasi seperti majalah, akhbar, televisyen, filem dan sebagainya. Godaan itu datang di tengah-tengah kita tanpa diundang, menampilkan wanita-wanita yang berpakaian tetapi ‘telanjang’. Melenggok-lenggok mempamerkan aurat yang semestinya dijaga dan dikawal. Sebahagian muslimah ikut terbawa-bawa oleh propaganda dan gaya hidup seperti itu. Pakaian kehormatan dilepas. Diganti dengan pakaian ketat yang membentuk lekuk tubuh tanpa merasa silu dan segan. Godaan pun semakin kencang menerpa, dan pergaulan bebas tanpa batas menjadi perkara biasa. Maka kita perlu merenungkan dua bait syair yang diucapkan oleh Sufyan ath-Thuri: “Kelazatan-kelazatan yang didapati seseorang dari yang haram, akan hilang juga, yang tinggal hanyalah aib dan kehinaan. Segala kejahatan akan meninggalkan bekas-bekas buruk, sungguh tak ada kebaikan dalam kelazatan yang berakhir dengan seksaan dalam neraka”. Seorang ulama yang masyhur, Ibnu Qayyim memberikan nasihat yang sangat berharga: “Allah SWT telah menjadikan mata itu sebagai cerminan hati. Apabila seorang hamba telah mampu menjaga pandangan matanya, bererti hatinya telah mampu mengawal gejolak syahwat dan emosinya. Apabila matanya keranjang, hatinya juga akan liar menuruti syahwatnya”. Hal ini memang berlaku dalam masyarakat kita. Kini banyak berlaku kemaksiatan yang terang-terangan, perangilah kemaksiatan dengan syariat yang dituntut agama. Fenomena godaan wanita memang banyak berlaku yang bukan sahaja terjadi di kalangan orang awam, tetapi juga yang melibatkan pemimpin dan golongan elit di seluruh dunia yang boleh menggoncangkan kedudukan mereka, yang Muslim dan bukan Muslim. Oleh itu perkuatkan iman kita mulai dari terkecil iaitu keluarga. Kalau iman telah kuat dalam suatu keluarga, insya-Allah gejala seperti itu tidak akan terjadi. Di samping itu, kita juga harus menyedari tentang mekanisme perdayaan syaitan yang sentiasa mencari jalan dan helah untuk menjatuhkan martabat anak cucu Adam. Apabila syaitan telah masuk ke dalam darah daging manusia, amat sukar untuk melepaskannya. Kerana tidak ada garis pemisah antara perdayaan syaitan dengan perdayaan dan tipu daya manusia. Ibarat kita berhadapan dengan serigala yang telah berbaju kambing atau musang yang telah berbulu ayam. Nabi SAW bersabda yang bermaksud: “Akan keluar beberapa kaum nanti, muka mereka seperti muka manusia, akan tetapi hati mereka seperti hati syaiaslimin melalui dengan godaan wanita. Wallahu ‘alam. Penulis; sekadar memperpanjangkan tulisan yang menginsafkan ini. Peringatan buat lelaki Muslim dan juga pastinya wanita Muslimah. Sama-sama menjaga diri, memelihara iman. Kehidupan dunia ini penuh dengan fitnah. Semoga kita terpelihara dan terhindar. Amin.

*Hakikat kebahagiaan

Rabu, 19 September 2012 0 comments
“Ayah akan bercerita. Maukah kau mendengarnya? Ayah janji ini cerita terakhir.” Aku mengangguk. Ayah menarik napas dalam-dalam, memperbaiki posisi berbaringnya. “Kau pasti selalu bertanya-tanya, apakah Ibu bahagia? Akan Ayah ceritakan apakah Ibu sesungguhnya bahagia atau tidak.” “Dalam salah satu perjalanan jauh yang pernah Ayah lakukan, Ayah tiba pada perkampungan para sufi. Kau tahu apa itu sufi? Sufi adalah orang-orang yang tidak mencintai dunia dan seisinya. Mereka lebih sibuk memikirkan hal lain. Memikirkan filsafat hidup, makna kehidupan, dan prinsip-prinsip hidup yang agung. Ayah tahu, di antara banyak sufi, tidak semuanya berhasil mencapai pemahaman yang sempurna tentang kehidupan. Ada yang baru tertatih belajar tentang kenapa kita harus hidup. Ada yang sudah mencapai pemahaman apa tujuan dan makna hidup, dan ada pula yang telah berhasil melakukan perjalanan spiritual hingga memahami hakikat sejati kebahagiaan hidup. “Itu pertanyaan terpenting Ayah. Apa hakikat sejati kebahagiaan hidup? Apa definisi kebahagiaan? Kenapa tiba-tiba kita merasa senang dengan sebuah hadiah, kabar baik, atau keberuntungan? Mengapa kita tiba-tiba sebaliknya merasa sedih dengan sebuah kejadian, kehilangan, atau sekadar kabar buruk? Kenapa hidup kita seperti dikendalikan sebuah benda yang disebut hati. Tidak ada di antara sekelompok sufi itu yang bisa memberikan penjelasan memuaskan. Mereka menggeleng, hingga akhirnya salah seorang dari mereka menyarankan Ayah berangkat ke salah satu lereng gunung. Di sana tinggal salah satu sufi besar, ribuan muridnya, bijak orangnya, boleh jadi dia tahu jawabannya. Ayah bergegas mengemas ransel, berangkat siang itu juga. “Ayah menemui sang Guru. Dia menerima Ayah dengan ramah, memberi Ayah kesempatan bertanya. Pertanyaan Ayah hanya satu, Dam. Apa hakikat sejati kebahagiaan hidup? Dengan memahaminya, seluruh kesedihan akan menguap seperti embun terkena sinar matahari. Dengan memilikinya, setiap hari kita bisa menghela napas bahagia. Sang Guru terdiam lama, menggeleng, berkata kau memberikan pertanyaan yang dia tidak tahu, tidak ada orang di dunia yang bisa menjawabnya. Ayah mendesah kecewa, ke mana lagi harus mencari tahu. Sang Guru menatap Ayah lamat-lamat, berpikir sejenak. Seberapa tangguh Ayah berusaha mencari tahu? Ayah berkata mantap, apa pun akan Ayah lakukan. “Sang Guru tersenyum. Dia memberikan pekerjaan teraneh yang pernah Ayah tahu. Seratus mil dari lereng gunung tempat dia bermukim terdapat tanah luas di tepi hutan. Ada perkampungan dekat hutan itu. Perkampungan itu butuh sumber mata air berupa danau. Sang Guru menyuruhku membuatkan danau di tanah luas itu. Astaga, Dam, benar-benar sebuah danau. Itu bukan pekerjaan mudah.” Ayah tertawa pelan, membuat napasnya sedikit tersengal. “Sang Guru bilang, ketika kau berhasil membuat sebuah danau indah yang jernih bagai air mata, kau akan mendapatkan jawaban hakikat sejati kebahagiaan. Berangkatlah, setahun kemudian dia akan datang. Dia akan melihat apakah danau itu sudah sebening air mata. “Walau aku tidak punya ide apa pun soal danau itu, Ayah mengangguk mantap. Ayah sudah menduga, definisi kebahagiaan sejati seharga pengorbanan besar. Itu pencapaian paling tinggi seorang sufi, dan sepertinya tidak bisa diperoleh hanya dengan membaca buku atau bertanya. Ayah berangkat, memulai pekerjaan besar itu, membuat danau yang cukup untuk satu kampung. “Kau tahu, Dam, tidak berbilang tanah yang harus Ayah pindahkan. Berkubang licak setiap hari, mulai bekerja saat matahari terbit, baru berhenti ketika matahari tenggelam. Ayah baru berhenti saat galian itu memiliki kedalaman tiga meter, luasnya sebesar lapangan bola. Pekerjaan Ayah baru separuh selesai. Ayah kemudian membuat parit-parit dari mata air yang ada di hutan, mengalirkannya ke lubang danau. Setahun berlalu, danau itu jadi. Ayah tersenyum senang. Tidak lama lagi jawaban pertanyaan itu akan datang. Lihatlah, danau yang Ayah buat sebening air mata. “Sesuai janji, sang Guru datang menjenguk Ayah pada hari yang ditentukan. Sialnya, malam sebelum dia datang, hujan turun. Sumber mata air di hutan menjadi kotor. Aku yang semangat mengajak sang Guru ke tepi danau mendesah kecewa. Lihat, danau yang Ayah buat jauh dari bening, berubah keruh. Sang Guru menepuk bahu Ayah. Jangan putus asa, tahun depan sang Guru akan kembali. “Setelah memikirkan jalan keluarnya, Ayah memutuskan membuat saringan di setiap parit, agar air keruh dan kotor dari mata air ketika hujan turun tetap bening saat tiba di danau. Ayah mengerjakannya dengan senang hati. Ide ini akan berhasil. Ayah juga memperbaiki seluruh parit yang bermuara ke danau, memastikan tidak ada sumbernya yang bermasalah. Sedikit saja ada air keruh masuk, danau sekristal air mata langsung tercemar. “Setahun berlalu lagi, sang Guru datang menjenguk Ayah. Lihat, danau buatan Ayah indah tiada terkira. Pantulan dedaunan di atas permukaan danau seperti nyata. Ayah tersenyum, menunggu jawaban atas pertanyaan Ayah. Sang Guru menggeleng. Dia meraih sepotong bambu panjang, lantas menusuk-nusuk dasar danau. Ayah berseru, mencegahnya. Itu akan membuat air danau keruh. Benar saja, lantai danau yang terbuat dari tanah langsung mengeluarkan kepul lumpur kecokelatan. Dalam sekejap, danau bening itu musnah. Sang Guru menepuk-nepuk bahu Ayah, kau pikirkan lagi, tahun depan aku akan kembali.” Ayah diam sejenak, menarik napas pelan. “Kau tahu, Dam. Ayah seperti dipermainkan. Apalagi yang kurang dari danau Ayah? Dua tahun sia-sia. Baiklah, Ayah tahu apa yang harus Ayah kerjakan. Ayah memutuskan menggali danau sedalam mungkin hingga menyentuh dasar bebatuan, menyentuh mata airnya. Setahun berlalu, Ayah masih berkutat menyingkirkan tanah-tanah, kedalaman danau sudah sepuluh meter. Sang Guru datang, melihat dengan takzim Ayah yang sibuk bekerja. Dua tahun berlalu, Ayah masih berkutat mengeduk tanah. Tiga tahun berlalu, setelah kerja keras siang-malam, akhirnya Ayah berhasil menyentuh dasar bebatuan. Air keluar deras dari sela-sela batunya. Ayah tertawa senang. Semua parit Ayah tutup. Danau itu sempurna hanya digenangi air dari mata airnya sendiri. “Guru datang pada hari yang dijanjikan. Dia tertawa renyah melihat danau yang bagai kristal air mata. Tetap bening meski ada yang menusuk-nusuk dasarnya, tetap dengan cepat kembali bening meski ada air dari parit yang bocor dan sejenak membuat keruh. Sang Guru menatap Ayah, bertanya apakah Ayah masih butuh penjelasan atas pertanyaan itu. Ayah menggeleng. Hari itu Ayah sudah tahu jawabannya, Dam. Setelah lima tahun bekerja keras, hanya untuk memahami sebuah kebijaksanaan hidup sederhana, Ayah tahu jawabannya. “Itulah hakikat sejati kebahagiaan hidup, Dam. Hakikat itu berasal dari hati kau sendiri. Bagaimana kau membersihkan dan melapangkan hati, bertahun-tahun berlatih, bertahun-tahun belajar membuat hati lebih lapang, lebih dalam, dan lebih bersih. Kita tidak akan pernah merasakan kebahagiaan sejati dari kebahagiaan yang datang dari luar hati kita. Hadiah mendadak, kabar baik, keberuntungan, harta benda yang datang, pangkat, jabatan, semua itu tidak hakiki. Itu datang dari luar. Saat semua itu hilang, dengan cepat hilang pula kebahagiaan. Sebaliknya rasa sedih, kehilangan, kabar buruk, nasib buruk, itu semua juga datang dari luar. Saat semua itu datang, dan hati kau dangkal, hati kau seketika keruh berkepanjangan. “Berbeda halnya jika kau punya mata air sendiri di dalam hati. Mata air dalam hati itu konkret, Dam. Amat terlihat. Mata air itu menjadi sumber kebahagiaan tidak terkira. Bahkan ketika musuh kau mendapatkan kesenangan, keberuntungan, kau bisa ikut senang atas kabar baiknya, ikut berbahagia, karena hati kau lapang dan dalam. Sementara orang-orang yang hatinya dangkal, sempit, tidak terlatih, bahkan ketika sahabat baiknya mendapatkan nasib baik, dia dengan segera iri hati dan gelisah. Padahal apa susahnya ikut senang. “Itulah hakikat sejati kebahagiaan, Dam. Ketika kau bisa membuat hati bagai danau dalam dengan sumber mata air sebening air mata. Memperolehnya tidak mudah, kau harus terbiasa dengan kehidupan bersahaja, sederhana, dan apa adanya. Kau harus bekerja keras, sungguh-sungguh, dan atas pilihan sendiri memaksa hati kau berlatih. *novel 'Ayahku (bukan) Pembohong, Tere Liye, Gramedia Pustaka Utama

Berfikir Sebelum Bicara

Minggu, 16 September 2012 0 comments
Seorang pemuda berusia 24 tahun melepaskan pandangannya melalui jendela kereta api, seraya berteriak kegirangan:”Ayah, coba lihat, pohon- pohon itu menyusul kita”. Ayahnya tersenyum sambil menganggukkan kepala dengan wajah yang tidak kurang ceria. Di samping pemuda itu ada sepasang suami-istri yang mengamati tingkah pemuda yang kekanak-kanakan itu. Mereka berdua merasa sangat risih. Tidak lama pemuda itu kembali berteriak: “Ayah, lihat itu, awan ikut berjalan bersama kita”. Ayahnya tersenyum lagi menunjukkan kebahagiaan. Dua orang suami-istri di samping pemuda itu tidak mampu menahan diri, akhirnya mereka berkata kepada ayah pemuda itu: “Kenapa anda tidak membawa anak anda ini kedokter jiwa?” Ayah pemuda itu menjawab: “Kami baru saja kembali dari rumah sakit, anakku ini menderita kebutaan semenjak lahirnya, dan hari ini adalah hari pertama dia bisa melihat dunia dengan mata kepalanya”. Pelajaran: Setiap orang mempunyai cerita hidup masing-masing, oleh karena itu jangan memvonis seseorang dengan melihat zahirnya saja. Barangkali saja bila anda mengetahui kondisi sebenarnya anda akan tercengang. Maka kita perlu berfikir sebelum bicara.

Sepotong Nasehat

Minggu, 29 Juli 2012 0 comments
#kami dengar, kami taat# anakku, besok-lusa, kau akan besar di dunia yg berbeda.. ketika orang pandai berargumen atas nama rasionalitas dan akal sehat. ketika orang justru suka bertanya balik atas sebuah pertanyaan apalagi sebuah penjelasan dan jawaban.. dibandingkan, kami dengar, dan kami taat. anakku, besok-lusa, kau akan melihat sekitar ygg berbeda... saat orang-orang sibuk berbual atas hal2 besar (yg menurut mereka besar)... saat orang-orang gemar berbuncah atas hal2 sepele.. saat orang-orang lebih semangat menanyakan bentuk, cara dan sebagainya dibandingkan, kami dengar, dan kami taat. maka demikian, anakku... jangan pernah bersedih jika kau kalah cakap berdebat.. jangan rendah hati jika kau terlihat berbeda sendiri.. percayalah.. kemuliaan tidak akan pernah tertukar.. kebahagiaan tidak pernah 'datang dari luar'... dan janji kehidupan yg lebih baik (dunia maupun kelak) lebih terpercaya dibandingkan berita koran, televisi, mimbar pendidikan, buku2 atau apapun yg ada di sekitar kita.. maka demikian, anakku... saat perintah itu datang... kau akan berlari melaksanakannya.. bahkan meski walaupun kaki kita dibanduli peluru meriam.. karena begitulah ciri sejati 'para sahabat' kami dengar... dan kami taat... *repost dari Tereliye

Assalamualaikum Cinta

1 comments
Teruntuk dirimu yang Kucintai karena Allah Bismillaahirrahmaanirrahiim Assalaamu'alaikum Cinta.... Mungkin engkau sering bertanya-tanya dalam hati atau mungkin menerka-nerka mengenai perasaanku kepada dirimu untuk saat ini. Inilah jawaban dari hatiku...... dirimu yang aku cintai karena Allah, Andaikan engkau tahu seandainya memandang mu tidaklah dosa maka aku akan terus memandang mu. Andaikan rindu ini adalah halal maka aku akan menghubungimu hingga berjam-jam dan meminta mu untuk datang menemuiku. Andaikan di saat engkau memegang tanganku, memelukku, dan menciumku ini adalah halal bagi kita berdua.Maka akulah orang yang paling bahagia. Tetapi ketika kau memegang tanganku dan memelukku dalam hati ku bercampur baur antara bahagia dan takut akan dosa,Andaikan aku bukan orang yang paham akan hukum Allah maka akulah orang yang ingin selalu engkau sentuh dan engkau peluk.Tapi aku sudah tahu hukumnya: “Janganlah seorang laki-laki berkholwat (berduaan) dengan seorang wanita kecuali bersama mahromnya…”[HR Bukhori: Muslim] “Seandainya kepala seseorang di tusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (Hadits hasan riwayat Thobroni dalam Al-Mu’jam Kabir 20/174/386 dan Rauyani dalam Musnad: 1283, lihat Ash Shohihah 1/447/226) Apakah engkau tahu setiap hari, setiap menit aku ingat padamu dan berharap engkau menghubungiku. Tapi yang aku bisa hanya menatap wajahmu dalam bayangan hatiku. Mungkin engkau menganggapku kolot, tapi aku mengetahui satu hal : ”Melepaskan pandangan kepada yang haram akan mengakibatkan kecemasan, kesedihan dan luka di hati. Tapi, Orang yang bahagia adalah orang yang dapat menundukkan pandangannya dan takut kepada Tuhannya” Mungkin engkau merasa aku bukanlah orang yang romantis, aku tidak perhatian dan kau tidak pernah aku perdulikan. Mungkin untuk saat ini aku memanglah begitu karena aku takut akan hukum Allah, bukan hanya aku yang akan Allah beri balasan tetapi kita berdua dan kedua orang tua kita yang membiarkan kita. Aku berusaha agar kau tidak mengetahuinya. Tapi apakah engkau tahu di dalam hati kecilku….engkaulah orang yang paling ingin aku beritahu tentang semua kegiatan yang kulakukan. Tapi rasa maluku selalu mengurungkan niatku tuk menyapamu terlebih dahulu. Seringku perhatikan kau juga begitu, terlalu lama membalas pesan singkatku dan tak pernah menghubungiku lagi.Aku selalu bertanya-tanya dalam hatiku "Adakah aku dihatimu.?" Tahukah kamu aku ingin sekali engkau datang dan menghawatirkan aku. Tahukah kau, bahwa saat itu aku ingin sekali mendengar suaramu. atau jika harapanku berlebihan, kau bisa menggantinya dengan sebuah pesan singkat saja. Berkali-kali aku mencoba memberanikan diri mengirimimu pesan. Ketika aku mengetik sebuah kata kemudian aku menghapusnya dan terjadi berulang-ulang. Apakah engkau tahu mengapa aku seperti itu. karena dua buah kata yaitu tidaklah halal. Ya karena hubungan kita tidak halal jadi aku takut Allah akan marah.Pacaran tu tidak halal,tapi bagaimana dengan kondisi kita yang berjauhan?,kita tak akan bersentuhan bukan, pertanyaan itu sering terlintas dipikiranku namun segera kutepis.Bukankah aku tak mengetahui isi hatimu.. Inilah jawaban atas cinta yg kau ungkapkan........ engkau datang memberikan aku kebahagiaan dan sekaligus memberikan aku sebuah keterpurukan, sakit, menderita, dan kecemasan. Oleh karena itu aku menuliskan surat ini untuk mu……. Dan inilah yang ku rasakan……….. Untuk dirimu mungkin aku tidak tahu seberapa besar cintamu kepadaku dan apakah aku lah seorang yang berada di hatimu. Tetapi aku sangat tahu bahwa aku cinta padamu, aku rindu padamu, dan untuk saat ini engkaulah seorang yang berada di hatiku. Aku berterima kasih kepada Allah telah mempertemukan kita berdua. Dan aku berterima kasih kepadamu sudah menjadi bagian yang menempati ruang kosong di hatiku.Semoga Allah merahmati kita berdua. Dan apabila kau tidak bisa bersabar untuk menungguku, mungkin itulah jalan terbaik yang diberikan oleh Allah sehingga kita berdua akan menemukan pasangan yang terbaik untuk kita. Semoga Allah mengganti kecemasan dan kekecewaan ini dengan sesuatu yang dapat menenangkan di kemudian hari. Aamiin ya Rabbal'alamin.. Inilah surat dari hatiku untuk dirimu yang aku cintai karena Allah.,,.. Do'aku selalu menyertaimu, semoga Rahmat dan HidayahNya senantiasa menyertaimu dan keluargamu dibawah naungan CintaNya.. Aamiin Jika Allah tidak menyatukan cinta kita di dunia ini, semoga DIA mempersatukan cinta kita di SyurgaNya kelak yg kekal dan abadi.. Keep semangat meraih Cinta dan RidhaNya BUKAN AKU Madinat Nasr, 29 July 2012

Al-Mar'atusshalihah

Jumat, 27 Juli 2012 0 comments
Al-Mar'atusshalihah, Mungkin aku memang tak romantis tapi siapa peduli? Karena toh kau tak mengenalku dan memang tak perlu mengenalku. Bagiku kau bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga terindah sekalipun. Bagiku manusia adalah makhluk yang terindah, tersempurna dan tertinggi. Bagiku dirimu salah satu dari semua itu, karenanya kau tak butuhkan persamaan dariku. Al-Mar'atusshalihah, Jangan pernah biarkan aku manatapmu penuh, karena akan membuatku mengingatmu. Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu. Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku. Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa, sesemangat mentari. Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh Lumpur. Karena sesungguhnya dirimu terlalu suci. Al-Mar'atusshalihah, Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung. Ada ingin tapi tak ada henti. Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu, meski ujung penutupmu pun tak berani kusentuh. Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku karena sucimu kaupertaruhkan. Mungkin kau tak peduli Tapi kau hanya menjadi wanita biasa di hadapanku bila kau kalah. Dan tak lebih dari wanita biasa. Al-Mar'atusshalihah, Jangan pernah kautatapku penuh Bahkan tak perlu kau lirikkan matamu untuk melihatku. Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku seorang yang masih kotor. Aku biasa memakai topeng keindahan pada wajah burukku, mengenakan pakaian sutra emas. Meniru laku para rahib, meski hatiku lebih kotor dari Lumpur. Kau memang suci, tapi masih sangat mungkin kau termanipulasi. Karena kau toh hanya manusia-hanya wanita. Al-Mar'atusshalihah, Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci yang dengan sepenuh hati membawamu kehadapan Tuhanmu. Untuknya dirimu ada, itu kata fikiranku, terukir dalam kitab suci, tak perlu dipikir lagi. Tunggu sang lelaki itu menjemputmu, dalam rangkaian khitbah dan akad yang indah. Atau kejar sang lelaki suci itu, karena itu adalah hakmu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah. Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci. Al-Mar'atusshalihah, Bariskan harapanmu pada istikharah sepenuh hati ikhlas. Relakan Allah pilihkan lelaki suci untukmu, mungkin sekarang atau nanti, bahkan mungkin tak ada sampai kau mati. Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di fana saat ini. Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu, yang kaubangun dengan segala kekhusyu’an tangis do’amu. Al-Mar'atusshalihah, Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itu pilihan-Nya. Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah. Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki yang terpilih itu, melainkan pada jalan yang kaupilih, seperti kisah seorang wanita dimasa lalu yang mana meminta ke-Islam-an sebagai mahar pernikahannya. Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi. Kekasih tempat kita memberi semua cinta dan menerima cinta dalam setiap denyut nadi kita. Cairo, 28 Juli 2012

SURAT KEPULANGAN*

Sabtu, 23 Juni 2012 0 comments
(*surat kepulangan perantau negeri seberang) dik,, sampaikan kata cintaku pada ibu. katakan esok ku kan pulang membawa segepok dollar sampaikan salam rindu dan khidmatku, dan wakilkan pelukanku dengan pelukanmu. dik, sampaikan kata kangenku pada bapak. berikan kabar tentang kepulanganku tak usah kau memendam berita, aku tak mau buat bapak terkejut ketika nanti aku tiba. dik,, sampaikan salamku pada angin desa, pada bentangan sawah hijau yang dulu penuh cinta apakah sekarang padi kita kena hama? dik,, tak usah kau jemput aku. Tunggu aku di depan pintu. genggam erat tangan ibu dan papah dengan kuat pundak bapak. Pundak kekar yang dulu mengangkat kita, terbang seperti pesawat di langit raya dik,, aku benar-benar pulang. ini surat kepulangan. dan kali ini tak kan lagi ada delay. Kau tak perlu gusar, tak perlu muram aku benar-benar pulang membawa dollar dik,, mungkin aku jahat namun jika kau tahu, ingatanku sangat hebat padamu, pada ibu, pada bapak, pada orang-orang desa setiap sudut, jalan-jalan kecil, dan pohon ringin tempat kita tidur siang sepulang dari pematang aku ingat semua. dik,, aku hampir sampai ketika kau membaca ini tubuhku sudah menjamah bumi pertiwi sebentar lagi,, kita bertemu kembali dik,, berjanjilah padaku jangan membenciku jangan marah, jangan gusar sungguh aku mencintaaimu begitu pun pada bapak pun jua ibu.. dik,, ini surat terakhirku karena aku tak akan pergi lagi kepulanganku untuk terakhir kali pada tanah desa kita aku "kembali" (***) -Subuh di puncak rindu- From Ustadzah Hasna

Harus naik Taxi

Senin, 18 Juni 2012 0 comments
Ujian semester 2 Universitas Al-Azhar Cairo akhirnya selesai juga. tahun pertama ujian di Mesir banyak kejutan2 yang menarik bagiku. dari mulai banyaknya peserta ujian, hingga para penjual Teh yang berseliweran ditengah-tengah waktu ujian. tak lupa juga dengan kejadian yag menegangkan di ujian hari terahirku. Mata kuliah terahir untuk Fakultas Theologi Islam(Ushuluddin) adalah Tafsir Tahlili. untuk apa itu Tafsir Tahlili nanti aku jelaskan dilain kesempatan Jadwal ujian untuk mata kuliah Tafsir Tahlili tercatat di book noteku hari selasa 19 juni 2012. pagi itu, senin 18 Juni 2012 aku sedang terlelap dalam tidur setelah melaksanakan shalat subuh. hari itu bertepatan dengan awal musim panas 2012, memang waktu pagi hari banyak digunakan untuk tidur, sebab menjelang siang kota Cairo akan terasa sangat panas hingga malam harinya. ketika itu pula temanku memabangunkanku seketika. dia Mahasiswa Al-Azhar juga tapi beda fakultas, kebetulan hari itu tidak ada ujian untuk Fakultas Islamic Law(Syari'ah wal Qonun). "kamu nggak ujian?", "bukannya Fakultas Ushuluddin ujian hari ini?" paparnya setelah melihat info di Facebook terkait jadwal ujian. sontak seketika aku bergegas melihat Tanggalan di Handphone, "sekarang tanggal 18 kok" gumamku. keraguan pun muncul dalam benakku. wah,, bisa berabe ni kalo ternyata ujian hari ini. untuk memastikan, segera aku calling temenku sekampus, bambang. "salam 'alaik?, bambang ujian tafsir Tahlili hari ini atau besok?" tanyaku, "'alaikumsalam, sekarang. ini juga udah di Darrosah(nama daerah sekitar Azhar)" jawabnya. busyet dah,,, SALAH TULIS JADWAL UJIAN. Akhirnya aku bergegas apa adanya, dengan memakai baju Arsenal dan celana panjang bersiap untuk berangkat ke kampus. "kalo naik bus bakal telat nih..." pikirku. aku pun memutar otak, ... setelah perlengkapan ujian siap ditangan, diriku langsung menunggu angkutan di Mahattoh(halte) terdekat. aku masih ragu jika naik angutan umum akan sampai tepat waktu. saat itu waktu menunjukkan pukul 09.34 CLT padahal ujian dimulai pukul 10.00 CLT sedangkan untuk sampai di Azhar dibutuhkan waktu 30 menit paling cepat, kalo macet bisa sampai 1 jam. tiba2 ada El-Tramco(semacam Angkutan Travel) jurusan Hay sabi' datang, tanpa pikir panjang aku langsung menaikinya. sampai di Hay Sabi' aku tambah bingung,,, bakalan bener2 telat nih. Bus kemana aja bakal tak naikin, pokoknya harus cepat sampai. saat itu cuman ada Bus tujuan Ramses, dan untuk tujuan ke Darrosah belum muncul2 juga. akhirnya dengan terpaksa aku menaikinya,,, bingung mau turun dimana, akhirnya kuputuskan turun di Mahattoh Abbaseyah yg sedikit lebih dekat ke Darrosah daripada Ramses. baru kali ini aku ke kampus naik angkutan umum pindah2. "kayaknya harus naik taxi nih,, udah bener2 telat" pikirku. akhirnya aku menyetop Taxi warna putih. di Mesir ada dua jenis Taxi, warna putih dan warna hitam. untuk Taxi warna putih pakai kargo, nah untuk yang hitam pakai sistem tawar menawar. tapi biasanya agak menjengkelkan bila harus adu mulut dulu dengan Sopir Taxi. "roh fien ya shodiq?(mau kemana teman?)" tanyanya, "darrosah, mustasyfa husein" jawabku. kampus Al-Azhar untuk ilmu2 islam memang bedampingan dengan Mustasyfa husein(rumah sakit). dengan segera kunaik Taxi putih tersebut. dengan sedikit gugup karena ujian, aku meminta sopir Taxi tersebut untuk mengemudi agak lebih cepat. setelah menyusuri Abdou basya, dan 'Ain Syam university, akhirnya sampai juga diriku didepan kampus. kargo yang tertera 7.40 pound, kubayarkan kewajibanku dengan memberikan 8 pound kepada sopir taxi tadi, "Syaakiriin ya 'am" ucapku tanda terima kasih. setelah itu taxi putih pun meninggalkanku. kulihat jam di Handphone, menunjukan pukul 10.08 CLT siaalll,, telat. segera kulangkahkan kaki secepat mungkin. tiba2 muncul teman rusia yang juga satu fakultas di sampingku, hahaha ternyata dia juga telat. dengan segera kumasuki gedung Fakutas theology Islam(Ushuluddin), dan bergegas menuju Lajnah 56 tempatku ujian. akupun bersyukur karena masih diperbolehkan ikut ujian hari itu. semoga bisa menjadi pelajaran untuk teman2 sekalian agar jangan teledor dalam hal apapun. terkadang aku senyum2 sendiri kalau mengingat kejadian kemarin. dan yang terpenting,,, doa'akan diriku sukses menempuh study di tanah Para Nabi ini. :)

Nasehat Imam Syafi'i

Rabu, 16 Mei 2012 0 comments
Diceritakan ada seorang lelaki datang kepada imam as-syafi'i, lalu lelaki itu mengadu kepada sang imam, dia mengeluhkan kehidupannya yg dia rasakan sempit, penghasilannya serba tidak mencukupi padahal dalam setiap bulannya dia digaji sebanyak 5 dinar. (1 dinar=4,2gr ema...s, kalau harga emas Rp 500.000/gr, 1 dinar setara Rp 2.100.000,-. Berarti gaji dia per 1bln = Rp 10.500.000,-) Diapun minta pendapat dan nasihat dari sang Imam. Namun ternyata tak ada nasihat apa pun dari imam as-syafi'i selain menganjurkan orang itu pergi menemui majikannya dan minta pada sang majikan agar mengurangi gajinya sebanyak 1 dinar hingga dia hanya akan digaji 4 dinar saja. Entah saking bodoh, atau saking husnuddhon, berbaik sangka terhadap imam syafi'i dia pun melaksanakan apa yg dianjurkan imam syafi'i. 2-3 bulan berlalu dia datang lagi kepada imam syafi'i dan mengeluhkan hal yg sama, dan jawaban imam syafi'i pun sama, beliau malah menganjurkan orang itu kembali mendatangi majikannya dan minta agar gajinya dikurangi 1 dinar lg hingga dia hanya akan digaji sebanyak 3 dinar. Tanpa banyak bertanya orang itu lagi2 menuruti anjuran imam syafi'i, dan apa yg terjadi ?! Beberapa bulan berikutnya dia kembali datang kepada imam syafi'i dg membawa berbagai bingkisan. Dg wajah yg tampak berseri dia menyatakan bahwa sejak gajinya hanya 3 dinar, dia malah sangat merasa kecukupan, semua kebutuhannya terpenuhi dan dia betul2 berterima kasih pada imam syafi'i. (Luar biasa, bayangkan... Ketika dia digaji 5 dinar atau ± setara dg Rp 10.500.000,- dia merasa serba kurang dg gaji itu, tapi kini ketika dia hanya digaji 3 dinar saja atau setara Rp 6.300.000,- dia malah merasa makmur dan serba mencukupi) Lalu tanpa ditanya, imam syafi'i melantunkan sebait nasyid : جمع الحرام على الحلال ليكثره ،،، دخل الحرام على الحلال فبعثره "Mengumpulkan yg haram pada yg halal agar supaya mnjadi banyak, akan tetapi menyatunya yg haram pada yg halal itu malah akan merusak semuanya." Lihat... Mungkin saja orang itu bekerja, digaji, tapi gaji yg dia terima tidak sesuai dg nilai kerjanya dia yg mungkin hanya asal2an atau hanya giat ketika ada pengawas, hingga ada sisa2 gaji yg tak pernah tertebus dg keringat/tenaganya, dan itu akan membuatnya kurang berkah atau mungkin haram jika tidak sesuainya itu disengaja(misalkan krn melakukan korupsi waktu). Dan itu akan mencabut keberkahan pada sebagian gajinya yg mestinya betul2 halal dan berkah. Itulah ya ikhwan.... Sangat penting bagi kita mengupayakan pendapatan agar betul2 halal, sedikit saja unsur haram yg tercampur, kita bekerja pada orang, jangan sampai kita bekerja asal2an, berleha2, dan jika kita mendapatkan penghasilan dari mengkaryakan orang, jangan sampai upah yg kita berikan terlalu murah dibanding tenaganya, dan andai malah lebih banyak dari tenaganya, hendaklah kita relakan, agar kelebihan upah yg kita berikan tak sampai mencabut keberkahan upah yg semestinya. Semoga Allah menjaga kita dari tercabutnya keberkahan dalam harta kita dg menganugrahkan hal yg kita miliki dari yg betul2 halal dan berkah. Aamiin...

Ujian Lisan Universitas Al-Azhar Cairo

Selasa, 15 Mei 2012 0 comments
Rehat sejenak ditengah kepenatan waktu2 Ujian kali ini,, hehehe(boleh kan?..) Alhamdulillah Awal dari Rentetan Ujian Termin 2 Fakultas Ushuluddin Tingkat 1 Telah aku lewati. ya, Ujian Lisan menjadi Pembuka di Ujian kali ini. Sekian lama mempersiapkan diri,, akhirnya bertemu juga dengan yg dinanti2 (Ujian/Imtihan). Ujian Lisan di Al-Azhar sering disebut dengan Ujian Syafawi. di Fakultasku sendiri Ujian Lisan diberlakukan selama 2 hari yaitu tanggal 15 dan 16 Mei 2012. bukan karena banyaknya Materi yang diujikan, melainkan karena banyaknya Jumlah Mahasiswa Al-Azhar itu sendiri. Nomor Urut ku juga lumayan Fantastis, urutan ke 10409. wah, pokoknya kalo dihitung2 Jumlah Mahasiswa yang ada banyak lah.. hehehe :) Ini baru yang di Cairo. belum lagi Al-Azhar yang ada di Provinsi selain Cairo, seperti Mansuroh, Alexandria, Zagaziq, dan lain sebagainya. semoga dengan keberadaan Al-Azhar yg sudah berdiri Ratusan Tahun bisa menambah khazanah Keilmuan dan juga keislaman yang ada. Kembali ke Laptop...(Judul) hehehe Untuk Ujian Lisan Fakultas Ushuluddin Tingkat 1 yang diujikan hanya mata kuliah Al-Qur'an dan Tauhid. Semoga Ikhtiar yg sudah dijalani berbuah Manis. :) Ujian Lisan/Syafawi giliranku di Uji oleh duktur/dosen mata kuliah Nudzum Islamiyyah. kebetulan aku berpasanagn dengan salah satu Teman dari Malaysia. Alhamdulillah Ujian Lisan Pertama kali di Universitas Al-Azhar berjalan dengan Lancar dan Tidak sesukar yang dibayangkan. Semoga Ujian2 Selanjutnya dapat dilalui dengan baik. Termasuk Ujian Hidup,, hehehe cukup sekian dari Penulis... Mau Fokus belajar lagi, masih ada 10 Mata Kuliah yang akan diujikan lewat Lembar2 Soal.*_^ oh ya, sedikit info... Ujian di Al-Azhar tidak mengenal istilah Multiple Choice. Seluruh soal yang disajikan dalam bentuk essay. dan perlu diketahui, soal yg tertera hanya sekitar 3 atau 4 soal... Tapi Jawabannya berlembar2 *^*^*^*^*^*^ dan semua dengan Bahasa Arab. hehehe,, pokoknya nggak usah dibuat Pusing, enjoy aja. Allahummaj'alnii minannaajihiin Aamiin . . . 03.42 Clt Ketika Adzan Subuh dikumandangkan

Hujan Debu

Jumat, 20 April 2012 2 comments
Pagi itu bertepatan dengan Hari Rabu, 18 April 2012. Udara pagi Kairo mendadak berubah menjadi “Tidak Enak” karena adanya hujan debu. Aktifitas menjadi agak sedikit terganggu. Rencananya aku hendak pergi ke sayyidah zainab karena ada sedikit keperluan disana. Setelah menunggu beberapa saat ternyata hudan debu belum berhenti juga, terpaksa perjalanan ke Sayyidah Zainab harus kumulai juga. Keluar dari Rumah rasanya seperti keluar dari peradaban lama, karena dimana2 penuh dengan debu. Kulanjutkan langkahku menuju Mahattoh(Halte) didekat Rumah. Kunaiki Tramco(Salah satu Angkutan Umum di Mesir) yang sudah siap sedia menghantar para penumpang. Kali ini tujuanku adalah Damardash, dan kemudian darisana perjalanan kulanjutkan dengan menaiki Metro(Kereta bawah Tanah) menuju Sayyidah Zainab. Kebetulan aku naik Tramco dan duduk dikursi depan, sehingga pemandangan didepan Tramco pun Nampak terlihat. Karena penuh dengan debu, pandangan menjadi tidak jelas. Hujan Debu di Kairo menyebabkan jalan2 dipenuhi oleh debu, dan suasana pun layaknya kita berada ditengah2 kabut yang sangat tebal. Tidak hanya itu, pernafasan pun menjadi sangat terganggu(bagiku). Lebih kasihan lagi dengan teman2 yg Alergi debu atau punya permasalahan dengan pernafasan. Akhirnya sampai juga Tramco yang kunaiki di Mahattoh Metro Damardash. Langsung saja diriku menuju loket pembelian Tiket. Kusodorkan uang 1 pound mesir, lalu sang petugas menyerahkan Tiket Metro tujuan Helwan. Ya memang aku naik Metro tujuan Helwan, tapi nantinya aku turun di Sayyidah Zainab. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Metro destination Helwan pun datang. Kondisini didalam Metro agak sedikit mendingan, karena ada beberapa kipas angin yang terpasang disana. Tapi tetap saja butiran2 debu masih terasa ketika nafas. Memang hidup disini harus bisa tahan. Mulai dari cuacanya yang ekstrim, orang2 Mesir yang kadang bikin jengkel, dan lingkungan yang berbeda dengan di Indonesia. Tapi semua itu ada Hikamah yang bisa dipetik. Dan yang terpenting, Semoga Perjalanan study ku di Tanah Para Nabi bisa berjalan Lancar(Aamiin ya Robb).

Di Mesir, Bensin Lebih Murah Dibandingkan Air Mineral !!!

Jumat, 30 Maret 2012 2 comments
Jika anda kurang percaya dengan judul di atas, maka jangankan anda, saya pun awalnya kurang percaya. Namun itulah kenyataannya.
Di sini harga satu liter bensin terakhir saya lihat kurang dari 2 pound (1 pound sekitar 1.500), dan air mineral botolan satu liter rata-rata seharga 2 sampai 2,5 pound!
Saya heran, kok bisa harga BBM lebih murah dari air mineral? Padahal di Mesir, kita bisa minum air langsung dari keran, karena memang itu adalah air sungai Nil yang sudah disterilkan. Kok bisa?
Untuk ongkos angkutan umum pun relatif murah, meski ada bis yg bertarif jauh dekat 2 Pound, tapi masih ada bis yang bertarif 50 pt. (setengah Pound) jauh dekat. Dan untuk metro bawah tanah, anda hanya akan dikenakan tarif satu Pound untuk segala arah selama tidak keluar dari stasiun. Kok bisa?
Lalu listrik, kota Cairo bisa dibilang kota yang sangat terang di malam hari. Polusi cahaya yang parah menyebabkan kita tak bisa melihat bintang pada malam hari. Penerangan di jalan raya sangat bagus, apalagi di jalan-jalan utama. Bahkan mobil yg tidak menyalakan lampu di malam hari adalah hal biasa, karena jalan sudah sangat terang. Saya tidak tahu berapa kadar konsumsi listrik kota Cairo, tapi di sini sangat jarang saya rasakan ada pemadaman listrik, apalagi bergilir. Padahal sungai di Mesir hanya satu, lah di Indonesia?
Gas pun sekarang sudah alami lewat pipa2 ke dalam rumah, meski masih ada daerah yg tidak terjangkau, tapi hal itu sudah sangat bagus. Jadi pemilik rumah tinggal bayar perbulan bersamaan dengan biaya internet, listrik, air dan telfon.
Yah, tapi hal itu sekarang mulai berubah. Mesir sedang merasakan krisis ekonomi, harga-harga naik, dan BBM sempat langka, bahkan sudah satu minggu seluruh supir bis mogok kerja karena kelangkaan BBM akhir-akhir ini. Entah mungkin saja ada tangan-tangan jahil yg mengatur semua ini sebagaimana yang telah membudaya di negeri kita.
Semoga Mesir kembali stabil, dan Indonesia bisa sedikit melirik ke arah negeri ini.

Surat Cinta untuk Saudariku (2)

Kamis, 15 Maret 2012 0 comments
Penulis: Ummu Sa’id
Muroja’ah: Ustadz Subkhan Khadafi

Wahai saudariku,
Kembalilah!
Kembalilah dalam ketaatan sebelum terlambat!
Kematian bisa datang kapan saja.
Bukankah kita ingin meninggal dalam ketaatan?
Bukankah kita tidak ingin meninggal dalam keadaan bermaksiat?
Bukankah kita mengetahui bahwa Allah mengharamkan bau surga bagi wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang?
Berpakaian tapi tidak sesuai dengan syariat maka itu hakekatnya berpakaian tetapi telanjang!
Tidakkah kita rindu dengan surga?
Bagaimana bisa masuk jika mencium baunya saja tidak bisa?

Saudariku,
Apalagi yang menghalangi kita dari syari’at yang mulia ini?
Kesenangan apa yang kita dapat dengan keluar dari syari’at ini?
Kesenangan yang kita dapat hanya bagian dari kesenangan dunia.
Lalu apalah artinya kesenangan itu jika tebusannya adalah diharamkannya surga (bahkan baunya) untuk kita?
Duhai…
Apa yang hendak kita cari dari kampung dunia?
Apalah artinya jika dibanding dengan kampung akhirat?
Mana yang hendak kita cari?

Kita memohon pada Allah Subhanahu wa Ta’ala
Semoga Allah menjadikan hati kita tunduk dan patuh pada apa yang Allah syariatkan. Dan bersegera padanya…

Saudariku,
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mensyariatkan kepada para muslimah untuk menutup tubuh mereka dengan jilbab.
Lalu jilbab seperti apa yang Allah maksudkan?
Jilbab kan modelnya banyak…
*Semoga Allah memberi hidayah padaku dan pada kalian untuk berada di atas ketaatan dan istiqomah diatasnya*
Iya, saudariku.
Sangat penting bagi kita untuk mengetahui jilbab seperti apa yang Allah maksudkan dalam perintah tersebut supaya kita tidak salah sangka.
Sebagaimana kita ingin melakukan sholat subuh seperti apa yang Allah maksud, tentunya kita juga ingin berjilbab seperti yang Allah maksud.

“Ya… terserah saya! Mau sholat subuh dua rokaat atau tiga rokaat yang penting kan saya sholat subuh!”

“Ya… terserah saya! Mau pake jilbab model apa, yang penting kan saya pake jilbab!”

Mmm…
Tidak seperti ini kan?

Pembahasan mengenai hal ini ada sebuah buku yang bagus untuk dijadikan rurukan karena di dalamnya memuat dalil-dalil yang kuat dari Al Quran dan As Sunnah, yaitu Jilbab al Mar’ah al Muslimah fil Kitabi wa Sunnah yang ditulis oleh Muhammad Nasiruddin Al Albani. Buku ini telah banyak diterjemahkan dengan judul Jilbab Wanita Muslimah.

Adapun secara ringkas, jilbab wanita muslimah mempunyai beberapa persyaratan, yaitu:

1. Menutup seluruh badan

Adapun wajah dan telapak tangan maka para ulama berselisih pendapat. Sebagian ulama menyatakan wajib untuk ditutup dan sebagian lagi sunnah jika ditutup. Syekh Muhammad Nasiruddin Al Albani dalam buku di atas mengambil pendapat sunnah. Masing-masing pendapat berpijak pada dalil sehingga kita harus bisa bersikap bijak. Yang mengambil pendapat sunnah maka tidak selayaknya memandang saudara kita yang mengambil pendapat wajib sebagai orang yang ekstrim, berlebih-lebihan atau sok-sokan karena pendapat mereka berpijak pada dalil. Adapun yang mengambil pendapat wajib maka tidak selayaknya pula memandang saudara kita yang mengambil pendapat sunnah sebagai orang yang bersikap meremehkan dan menyepelekan sehingga meragukan kesungguhan mereka dalam bertakwa dan berittiba’ (mengikuti) sunnah nabi. Pendapat mereka juga berpijak pada dalil.

*Semoga Allah menjadikan hati-hati kita bersatu dan bersih dari sifat dengki, hasad, dan merasa lebih baik dari orang lain*

2. Bukan berfungsi sebagai perhiasan

3. Kainnya harus tebal dan tidak tipis

4. Harus longgar, tidak ketat, sehingga tidak dapat menggambarkan bentuk tubuh

5. Tidak diberi wewangian atau parfum

6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki

7. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir

8. Bukan libas syuhrah (pakaian untuk mencari popularitas)

“BERAT!
Rambutku kan bagus! Kenapa harus ditutup?
Lagi pula kalau ditutup bisa pengap, nanti kalau jadi rontok gimana?”

“RIWEH!
Harus pakai kaus kaki terus.
Kaus kaki kan cepet kotor, males nyucinya!”

“Baju yang kaya laki-laki ini kan baju kesayanganku! Ini style ku! Kalau pake rok jadi kaya orang lain. I want to be my self! Kalau pakai bajunya cewek RIBET! Gak praktis dan gak bisa leluasa!”

Saudariku,
Sesungguhnya setan tidak akan membiarkan begitu saja ketika kita hendak melakukan ketaatan kecuali dia akan membisikkan kepada kita ketakutan dan keragu-raguan sehingga kita mengurungkan niat.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:

“Iblis menjawab: Karena Engkau telah menjadikanku tersesat, maka aku benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka, belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka, sehingga Engkau akan mendapati kebanyakan mereka tidak bersyukur.” (Qs. Al A’raf: 16-17)

Ibnu Qoyyim berkata “Apabila seseorang melakukan ketaatan kepada Allah, maka setan akan berusaha melemahkan semangatnya, merintangi, memalingkan, dan membuat dia menunda-nunda melaksanakan ketaatan tersebut. Apabila seorang melakukan kemaksiatan, maka setan akan membantu dan memanjangkan angan dan keinginannya.”

Mungkin setan membisikkan
“Dengan memakai jilbab, maka engkau tidak lagi terlihat cantik!”

Sebentar!
Apa definisi cantik yang dimaksud?
Apa dengan dikatakan “wah…”, banyak pengagum dan banyak yang nggodain ketika kita jalan maka itu dikatakan cantik?
Sungguh!
Kecantikan iman itu mengalahkan kecantikan fisik.
Mari kita lihat bagaimana istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shohabiyah!
Apa yang menyebabkan mereka menduduki tempat yang mulia?
Bukan karena penampilan dan kecantikan, tetapi karena apa yang ada di dalam dada-dada mereka.
Tidakkah kita ingin berhias sebagaimana mereka berhias?
Sibuk menghiasi diri dengan iman dan amal sholeh.
Wahai saudariku,
Seandainya fisik adalah segala-galanya, tentu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan memilih wanta-wanita yang muda belia untuk beliau jadikan istri. Namun kenyataannya, istri-istri nabi adalah janda kecuali Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Atau… mungkin setan membisikkan
“Dengan jilbab akan terasa panas dan gerah!”

Wahai saudariku,
Panasnya dunia tidak sebanding dengan panasnya api neraka.
Bersabar terhadapnya jauh lebih mudah dari pada bersabar terhadap panasnya neraka.
Tidakkah kita takut pada panasnya api neraka yang dapat membakar kulit kita?
Kulit yang kita khawatirkan tentang jerawatnya, tentang komedonya, tentang hitamnya, tentang tidak halusnya?
Wahai saudariku,
Ketahuilah bahwa ketaatan kepada Allah akan mendatangkan kesejukan di hati. Jika hati sudah merasa sejuk, apalah arti beberapa tetes keringat yang ada di dahi.
Tidak akan merasa kepanasan karena apa yang dirasakan di hati mengalahkan apa yang dialami oleh badan.

Kita memohon pada Allah Subhanahu wa Ta’ala
Semoga Allah memudahkan nafsu kita untuk tunduk dan patuh kepada syariat.

“Riweh pake kaus kaki.”
“Ribet pake baju cewek.”
“Panas! Gerah!”

Saudariku…
Semoga Allah memudahkan kita untuk melaksanakan apa yang Allah perintahkan meski nafsu kita membencinya.
Setiap ketaatan yang kita lakukan dengan ikhlas, tidak akan pernah sia-sia. Allah akan membalasnya dan ini adalah janji Allah dan janji-Nya adalah haq.

“Celana bermerk kesayanganku bagaimana?”
“Baju sempit itu?”
“Minyak wangiku?”

Saudariku…
Semoga Allah memudahkan kita untuk meninggalkan apa saja yang Allah larang meski nafsu kita menyukainya.
Barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.

Semoga Allah memudahkan kita untuk bersegera dalam ketaatan,
Meneladani para shohabiyah ketika syariat ini turun, mereka tidak berfikir panjang untuk segera menutup tubuh mereka dengan kain yang ada.

Saudariku,
Jadi bukan melulu soal penampilan!
Bahkan memamerkan dengan menerjang aturan Robb yang telah menciptakan kita.
Tetapi…
Mari kita sibukkan diri berhias dengan kecantikan iman.
Berhias dengan ilmu dan amal sholeh,
Berhias dengan akhlak yang mulia.
Hiasi diri kita dengan rasa malu!
Tutupi aurat kita!
Jangan pamerkan!
Jagalah sebagaimana kita menjaga barang berharga yang sangat kita sayangi.
Simpanlah kecantikannya,
Simpan supaya tidak sembarang orang bisa menikmatinya!
Simpan untuk suami saja,
Niscaya ini akan menjadi kado yang sangat istimewa untuknya.

Saudariku,
Peringatan itu hanya bermanfaat bagi orang yang mau mengikuti peringatan dan takut pada Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya,

“Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan takut kepada Robb Yang Maha Pemurah walau dia tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.” (QS. Yasin: 11)

Kita memohon pada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang mau mengikuti peringatan,
Semoga Allah memasukkan kita kedalam golongan orang-orang yang takut pada Robb Yang Maha Pemurah walau kita tidak melihat-Nya,
Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang mendapat kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.

Kita berlindung pada Allah dari hati yang keras dan tidak mau mengikuti peringatan. Kita berlindung pada Allah, Semoga kita tidak termasuk dalam orang-orang yang Allah firmankan dalam QS. Yasin: 10 (yang artinya):

“Sama saja bagi mereka apakah kami memberi peringatan kepada mereka ataukah kami tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.” (QS. Yasin: 10)

***

Surat Cinta untuk Saudariku (1)

0 comments
Penulis: Ummu Sa’id
Muroja’ah: Ustadz Subkhan Khadafi

Tulisan ini bermula dari rasa gembiraku ketika seorang yang biasa kupanggil adek mulai bersemangat memakai kaus kaki untuk menutupi aurat, sebagaimana halnya rasa gembira ketika dulu dia bercerita tentang jilbab yang tebal dan juga tentang rok.

“Mmm… yang dulu suka panjat tali sekarang mulai demen sama rok…”

Semoga niatan ini bukan api yang membara di awal lalu kemudian padam. Semoga dengan tekad yang kuat dan kesungguhan, Allah memudahkan untuk istiqomah dan terus memperbaiki diri.

Saudariku,
Sungguh nikmat yang besar, Allah telah menjadikan kita bersaudara di atas ikatan iman.

Semoga Allah menjadikan kita sebagai saudara yang saling menyayangi di atas ikatan tersebut.

Saudara yang menghendaki kebaikan satu sama lainnya.

Saudara yang tidak menginginkan ada keburukan pada satu sama lainnya.

Bersama rasa cintaku aku membuat tulisan ini…
Semoga Allah mendatangkan manfaat, menjadikannya bekal untuk dunia dan simpanan untuk akhirat.

Saudariku,
Allah Subhanahu wa Ta’ala,
Robb yang telah menciptakan kita dari setetes mani,
Robb yang juga telah menciptakan ibu kita, bapak kita, dan orang-orang yang kita sayangi,
Robb yang telah memberi rizki pada kita sampai kita sebesar ini,
Robb yang telah memberi hidayah Islam -sebuah nikmat yang sangat besar yang tidak ada nikmat yang lebih besar dari nikmat ini-
Robb yang telah memberi kita banyak sekali nikmat,
Robb yang telah menjanjikan surga bagi hamba-Nya yang taat,
Robb yang juga telah mengancam dengan neraka bagi yang enggan untuk taat,
Robb yang janji-Nya haq, yang tidak pernah menyalahi janji,
Sesungguhnya Dia Subhanahu wa Ta’ala telah mensyariatkan kepada para muslimah untuk menutup tubuh mereka dengan jilbab.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Ahzab ayat 59 yang artinya,

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda yang artinya,

“Pada akhir umatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakaian namun (hakekatnya) telanjang. Di atas kepala mereka seperti terdapat punuk unta. Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka itu adalah kaum wanita yang terkutuk.”

Di dalam hadis lain terdapat tambahan:

“Mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan memperoleh baunya, padahal baunya surga itu dapat dicium dari perjalanan (jarak) sekian dan sekian.” (Dikeluarkan oleh At-Thabrani dalam Al-Mu’jam As-Shaghir hal. 232, dari hadits Ibnu Amru dengan sanad shahih. Sedangkan hadits yang lain tersebut dikeluarkan oleh muslim dari riwayat Abu Hurairah)

Saudariku,
Masih akrab dalam pandangan kita, saudari-saudari kita keluar rumah dengan membuka auratnya. Beberapa diantaranya sangat “memperhatikan” penampilannya.
Mulai dari merk baju yang berkelas, model yang up to date,
Bahkan diantaranya kita lihat baju yang sempit dan serba pendek,
celana yang juga serba pas-pasan,
rambut direbounding,
alis yang “dirapikan”,
lipstik tipis warna pink,
minyak wangi yang mmmm…
*mungkin karena belum tahu*

Saudariku,
Apa yang kita dapat dari semua ini?
“cantik”?
“aduhai”?
“modis”?
“gaul”?
“tidak ketinggalan jaman”?
atau mungkin sekedar untuk bisa percaya diri ketika keluar rumah dan berhadapan dengan orang-orang?

Memang banyak yang akan melihat “WAH” pada wanita yang berpenampilan seperti ini sehingga menyebabkan beberapa di antara kita tertipu dan bahkan berlomba untuk menjadi yang “terhebat” dalam masalah ini.

Tetapi saudariku,
Saya ingin mengajak kita untuk menjadi seorang muslimah yang sejati!
Tidak perlu kita tiru mereka yang berbangga diri dengan apa yang mereka pamerkan dari tubuh dan kecantikan mereka.
Tidak perlu kita tiru mereka yang berbangga diri dengan merk yang ada pada baju-baju mereka.
Sungguh! Kain sepuluh ribu per meter dari Pasar Bering lebih mulia jika kita memakainya dalam rangka ketaatan pada Allah,
Robb yang telah menciptakan kita,
Robb yang telah mensyariatkan jilbab untuk kita.
Duhai…
Pakaian mana yang lebih mulia dari pakaian ketaqwaan?

Adalah nikmat yang besar ketika kita masuk Islam.
Seseorang dinilai bukan lagi dari tulisan (baca: merk) apa yang tertempel di bajunya, atau dari seberapa mancung hidungnya, seberapa cantik wajahnya, seberapa elok parasnya, seberapa anggun bersoleknya.
Tapi seseorang dinilai dari apa yang ada dalam hatinya, apa yang diucap oleh lisannya, dan apa yang diperbuat oleh badannya.
Ya!
Seseorang dinilai dari ketaqwaannya.
Jadi tidak perlu lagi kita bersibuk-sibuk untuk pamerkan kebolehan tubuh dan kecantikan.

Saudariku,
Tidakkah kita melihat jajanan yang ada di emperan?
Terbungkus dengan ala kadarnya,
semua orang bisa menjamahnya,
atau bahkan mencicipinya.
Bahkan seringkali yang mencicipi adalah orang iseng yang tidak benar-benar bermaksud untuk membeli. Setelah mencicipinya, dia letakkan kembali kemudian dia tinggal pergi.
Bukan hanya orang iseng, bahkan lalat-lalat pun mengerumuninya.
Berbeda dengan makanan berkualitas yang terbungkus rapi dan tersegel.
Terjaga dan tidak tersentuh tangan-tangan iseng.

Di antara keduanya, kita lebih memilih yang mana?
Tentu yang kedua.
Jika untuk makanan saja demikian, maka lebih-lebih lagi kita memilih untuk diri kita sendiri.

Saudariku,
Demikian juga keadaannya seorang lelaki yang baik-baik.
Dia akan memilih wanita yang menjaga kehormatannya,
yang kecantikannya tidak dia pamerkan.
Tidak dia biarkan dinikmati oleh banyak orang.
Yang demikian adalah karena wanita yang menjaga auratnya lebih mulia dari pada wanita yang memamerkan auratnya.

Wahai saudariku,
Bahkan lelaki yang sholeh berlindung pada Allah dari godaan kita.
Wanita adalah godaan yang besar bagi lelaki.
Pada umumnya lelaki itu lemah terhadap godaan wanita.
Maka sebagai wanita, jangan malah kita menggodanya!
Tetapi kita bantu mereka untuk bisa menjaga pandangan dan menjauh dari maksiat.
Sukakah kita jika kita menjadi sebab pemuda-pemuda tergelincir dalam kemaksiatan?
Menjadi penyebar fitnah dan perusak generasi?

Saudariku yang aku cintai,
Berat hati ini melihat hal seperti ini terjadi pada saudari kita…
Allah telah memuliakan kita dengan mensyari’atkan jilbab untuk kita, namun kenapa malah menghinakan diri dengan membiarkan aurat terbuka? Secara tidak langsung, ini berarti membiarkan diri menjadi objek pemuas syahwat yang bisa dinikmati sembarang orang.

Allah telah memuliakan kita dengan mensyariatkan jilbab untuk kita, namun kenapa malah menghinakan diri dengan keluar dari ketaatan?

-bersambung insya Allah-

***

Pengakuan Laki-Laki Yang Wajib dibaca Wanita

Senin, 27 Februari 2012 0 comments
Kami sulit menahan pandangan mata ketika
melihat kalian, apalagi jika kalian
diamanahkan ALLAH kecantikan dan postur
yang ideal, kami semakin susah untuk
menolak agar tidak melihat kalian,
karena itu lebarkanlah pakaian kalian,
dan tutupilah rambut hingga ke dada
kalian dengan kerudung yang membentang.

Kami juga sulit menahan pendengaran kami
ketika berbicara dengan kalian, apalagi
jika kalian diamanahkan oleh ALLAH suara
yang merdu dengan irama yang mendayu,
karena itu tegaskanlah suara kalian, dan
berbicaralah seperlunya.

Kami juga sulit menahan
bayangan- bayangan hati kalian, ketika
kalian dapat menjadi tempat mencurahkan
isi hati kami, waktu luang kami akan
sering terisi oleh bayangan-bayangan
kalian, karena itu janganlah kalian
membiarkan kami menjadi curahan hati
bagi kalian.

Kami tahu kami paling lemah bila harus
berhadapan dengan kalian, Kekerasan hati
kami dengan mudah bisa luluh hanya
dengan senyum kalian, Hati kami akan
bergetar ketika mendengar kalian
menangis, Sungguh ALLAH telah memberikan
amanah terindah kepada kalian, maka
jagalah jangan sampai ALLAH murka dan
memberikan keputusan.

Maha Besar ALLAH yang tahu akan
kelemahan hati kami, hanya dengan ikatan
yang suci dan yang diridhoi-Nya kalian
akan halal bagi kami.

“Lalu apa yang telah aku lakukan selama
ini…
Ya Rabb…tolong ampuni aku…untuk
setiap pandangan yang tak terjaga,
lisan yang merayu dan hati yang tak
terhijab…Ya Rabb…Engkau mengawasi kami tiap
detik, karena kasih sayangMu kepada kami
engkau perintahkan malaikat silih
berganti menemani kami siang dan malam…”

Ada Allah

Rabu, 01 Februari 2012 0 comments
Ketahuilah Olehmu :

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia sia,
Allah SWT tahu betapa keras engkau berusaha.

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih merasa pedih,
Allah swt tahu betapa keras engkau berusaha.

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih,
Allah swt sudah menghitung air matamu.

Ketika kau berfikir hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu seakan berjalan begitu saja,
Allah swt sedang menunggu bersamamu.

Ketika kau berfikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apalagi,
Allah swt sudah punya jawabannya.

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan,
Allah swt dapat menenangkanmu.

Ketika kau merasa sendirian dan teman temanmu terlampau sibuk,
Allah swt selalu berada di sampingmu.

Ketika kau mendambakan cinta sejati yang tak kunjung datang,
Allah swt mempunyai cinta dan kasih sayang yang lebih besar dari segalanya
dan Dia telah menciptakan seseorang yang kelak menjadi pendamping hidupmu kelak.

Ketika kau merasa telah dikhianati dan dikecewakan,
Allah swt dapat menyembuhkan lukamu dan membuatmu tersenyum.

Jika kau tiba tiba dapat melihat jejak jejak harapan,
Allah swt sedang berbisik kepadamu.

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur,
Allah swt telah memberkatimu.

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban,
Allah swt telah tersenyum kepadamu.

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi,
Allah swt sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

TULANG RUSUK TAKKAN TERTUKAR

Sabtu, 28 Januari 2012 0 comments
“ana akan ta’aruf dengan ukhti beberapa tahun lagi, ketika ukhti sudah lulus”

“untuk apa antum katakan itu sekarang akhi?… Jika belum siap adalah jawabannya,lalu mengapa harus antum katakan rencana tersebut pada ana? Tak tahu kah antum,kalimat itu menggoyahkan kekokohan iman yg susah payah ana bangun.”

Ketika antum mengatakan: “ana ingin jaga hati ana untuk ta’aruf ...dengan ukhti nanti”

“Lantas,apakah dengan antum berkata seperti itu,lalu prilaku antum yg sering menelfon ana itu tidak berarti mengotori hati?. Antum memang sudah seharusnya menjaga hati, hingga tiba saatnya nanti untuk antum berikan seutuhnya kepada wanita yg berhak.”

Ketika antum mengatakan: “hati hati, di sana..jaga diri baik baik..”

“Bukannya ana tidak suka di perhatikan dan di jaga,tapi cukuplah Allah yg akan menjaga ana..Bukankah Allah adalah sebaik-baik Pelindung?”

Ketika antum mengatakan: “ana harap ukhti tidak ta’aruf dengan orang lain sebelum ana”

ana tidak bisa menjanjikan apapun,karena ana tidak tau apa yg akan terjadi nanti..

Sebuah ibroh,

Wahai akhwat,jika datang kepadamu laki-laki baik-baik yang melamarmu,maka bisa jadi dialah pangeranmu.

Wahai ikhwan,jika gadis pujaanmu telah dikhitbah laki-laki lain,maka ikhlaskanlah. Bisa jadi dia bukanlah bidadarimu.

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26) Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Aamiin.

Maka jika nantinya kita tidak berjodoh,mungkin ana tak cukup baik untukmu,pasti ada wanita lain yg lebih baik untukmu..Dan yakinlah,jika memang aku adalah pasangan dari tulang rusukmu,maka tanpa antum minta untuk tidak ta’aruf dgn orang lainpun,ana akan tetap menjadi pendampingmu....Karena ana yakin TULANG RUSUK TAKKAN TERTUKAR

"Arti Kehidupan adalah Menghidupi sebuah Arti"

Kamis, 26 Januari 2012 2 comments
Kunjungan Pertamaku ke Masjid Al-Hakim bi Amrillah tak bisa dilupakan. Kami, Kelompok Menulis Walisongo mendapat sedikit kesempatan untuk mengunjungi Masjid yang Penuh dengan Sejarah, Masjid Al-Hakim bi Amrillah.
Masjid Al-Hakim bi Amrillah terletak di kota Cairo, tepat di Pintu masuk kota tersebut(Baab Al-Futuh). konon dahulu orang2 Mesir ketika Pulang dari Haji di Baitullah harus melalui Pintu ini. yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini bukan Sejarah Masjid yang notabe nya Milik Syi'ah ini atau Bangunan2 yang ada di sekitarnya.
Next Time ---> Akhirnya diriku mulai memperhatikan satu per satu pengunjung Masjid Al-Hakim bi Amrillah. sesekali berjalan mengelilingi Masjid yang Lumayan Besar tersebut. sebagian dari para Pengunjung adalah Para Pelajar dan rombongan2 lain yang tak jelas.
Ketika sesi Materi dimulai, kami mulai membentuk lingkaran untuk menyimak Pemateri yang akan menyampaikan apapun itu. dan Ungkapan yang disampaikan sang pemateri sangatlah menarik "Arti Kehidupan adalah Menghidupi sebuah Arti". yah,, kata-kata terkadang menyadarkan kita akan lamunan kehidupan.
Akhirnya berahirlah kunjungan Kelompok Menulis Walisongo dengan Menikmati To'miyah bil Beidh. Kunjungan yang sangat berkesan di Sebuah Masjid Tua "Al-Hakim bi Amrillah"

Musim dingin Cairo
Januari 2012

Kisah Pemuda Muslim yang Mengislamkan Satu Gereja di Amerika

Rabu, 04 Januari 2012 2 comments
Kisah berikut ini mungkin akan menyadarkan kita betapa perlunya pemuda Muslim untuk terus menimba ilmu untuk menguatkan iman dan intelektual.Berikut kisah selengkapnya yang kami ambil dari suatu sumber.Klik disini untuk melihat sumbernya.

Ada seorang pemuda arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika.Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam.

Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani.Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam. Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gerejayang terdapat di kampung tersebut.Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja.

Semula ia berkeberatan, namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.

Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini.” Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya.

Hingga akhirnya pendeta itu berkata, “Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya.” Barulah pemuda ini beranjak keluar. Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pendeta, “Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim.” Pendeta itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.”

Kemudian ia beranjak hendak keluar, namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut. Sang pendeta berkata, “Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat.” Si pemuda tersenyum dan berkata, “Silahkan! Sang pendeta pun mulai bertanya,

1. Sebutkan satu yang tiada duanya,
2. dua yang tiada tiganya,
3. tiga yang tiada empatnya,
4. empat yang tiada limanya
5. lima yang tiada enamnya,
6. enam yang tiada tujuhnya,
7. tujuh yang tiada delapannya,
8. delapan yang tiada sembilannya,
9. sembilan yang tiada sepuluhnya,
10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
11. sebelas yang tiada dua belasnya,
12. dua belas yang tiada tiga belasnya,
13. tiga belas yang tiada empat belasnya.
14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyu- kainya?
18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!
19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari ibatu?
21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!
22. Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?”

Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia berkata,

1. Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
2. Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman, “Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).” (Al-Isra’:12) .
3. Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.
4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur’an.
5. Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.
6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-tika Allah SWT menciptakan makhluk.
7. Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman, “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” (Al-Mulk:3).
8. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman, “Dan malaikat-malaikat berada dipenjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas(kepala) mereka.” (Al-Haqah: 17).
9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada Nabi Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang dan *
10 .Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.” (Al-An’am: 160).
11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Yusuf.
12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu’jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, “Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu dengan tongkatmu.’ Lalu memancarlah dari padanya dua belas mata air.” (Al-Baqarah: 60).
13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah SWT berfirman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. ” (At-Takwir:18).
15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya,”Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami,lalu dia dimakan serigala.” Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, ” tak ada cercaaan ter-hadap kalian.” Dan ayah mereka Ya’qub berkata, “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai.” (Luqman: 19).
18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.” (Al-Anbiya’: 69).
20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentarabergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT, “Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf: 2)
22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.

Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban pemuda muslim tersebut.Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta.

Pemuda ini berkata, “APAKAH KUNCI SURGA ITU?” mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.

Mereka berkata, “Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya! “ Pendeta tersebut berkata, “Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah. “ Mereka menjawab, “Kami akan jamin keselamatan anda.” Sang pendeta pun berkata, “Jawabannya ialah: ASHADU AN LA ILAHA ILLALLAH WA ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH.”


Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama Islam. ALLAHU AKBAR!

Pages