Diceritakan ada seorang lelaki datang kepada imam as-syafi'i, lalu lelaki itu mengadu kepada sang imam, dia mengeluhkan kehidupannya yg dia rasakan sempit, penghasilannya serba tidak mencukupi padahal dalam setiap bulannya dia digaji sebanyak 5 dinar. (1 dinar=4,2gr ema...s, kalau harga emas Rp 500.000/gr, 1 dinar setara Rp 2.100.000,-. Berarti gaji dia per 1bln = Rp 10.500.000,-) Diapun minta pendapat dan nasihat dari sang Imam. Namun ternyata tak ada nasihat apa pun dari imam as-syafi'i selain menganjurkan orang itu pergi menemui majikannya dan minta pada sang majikan agar mengurangi gajinya sebanyak 1 dinar hingga dia hanya akan digaji 4 dinar saja. Entah saking bodoh, atau saking husnuddhon, berbaik sangka terhadap imam syafi'i dia pun melaksanakan apa yg dianjurkan imam syafi'i. 2-3 bulan berlalu dia datang lagi kepada imam syafi'i dan mengeluhkan hal yg sama, dan jawaban imam syafi'i pun sama, beliau malah menganjurkan orang itu kembali mendatangi majikannya dan minta agar gajinya dikurangi 1 dinar lg hingga dia hanya akan digaji sebanyak 3 dinar. Tanpa banyak bertanya orang itu lagi2 menuruti anjuran imam syafi'i, dan apa yg terjadi ?! Beberapa bulan berikutnya dia kembali datang kepada imam syafi'i dg membawa berbagai bingkisan. Dg wajah yg tampak berseri dia menyatakan bahwa sejak gajinya hanya 3 dinar, dia malah sangat merasa kecukupan, semua kebutuhannya terpenuhi dan dia betul2 berterima kasih pada imam syafi'i. (Luar biasa, bayangkan... Ketika dia digaji 5 dinar atau ± setara dg Rp 10.500.000,- dia merasa serba kurang dg gaji itu, tapi kini ketika dia hanya digaji 3 dinar saja atau setara Rp 6.300.000,- dia malah merasa makmur dan serba mencukupi) Lalu tanpa ditanya, imam syafi'i melantunkan sebait nasyid : جمع الحرام على الحلال ليكثره ،،، دخل الحرام على الحلال فبعثره "Mengumpulkan yg haram pada yg halal agar supaya mnjadi banyak, akan tetapi menyatunya yg haram pada yg halal itu malah akan merusak semuanya." Lihat... Mungkin saja orang itu bekerja, digaji, tapi gaji yg dia terima tidak sesuai dg nilai kerjanya dia yg mungkin hanya asal2an atau hanya giat ketika ada pengawas, hingga ada sisa2 gaji yg tak pernah tertebus dg keringat/tenaganya, dan itu akan membuatnya kurang berkah atau mungkin haram jika tidak sesuainya itu disengaja(misalkan krn melakukan korupsi waktu). Dan itu akan mencabut keberkahan pada sebagian gajinya yg mestinya betul2 halal dan berkah. Itulah ya ikhwan.... Sangat penting bagi kita mengupayakan pendapatan agar betul2 halal, sedikit saja unsur haram yg tercampur, kita bekerja pada orang, jangan sampai kita bekerja asal2an, berleha2, dan jika kita mendapatkan penghasilan dari mengkaryakan orang, jangan sampai upah yg kita berikan terlalu murah dibanding tenaganya, dan andai malah lebih banyak dari tenaganya, hendaklah kita relakan, agar kelebihan upah yg kita berikan tak sampai mencabut keberkahan upah yg semestinya. Semoga Allah menjaga kita dari tercabutnya keberkahan dalam harta kita dg menganugrahkan hal yg kita miliki dari yg betul2 halal dan berkah. Aamiin...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 comments:
Posting Komentar