(*surat kepulangan perantau negeri seberang)
dik,, sampaikan kata cintaku pada ibu.
katakan esok ku kan pulang membawa segepok dollar
sampaikan salam rindu dan khidmatku,
dan wakilkan pelukanku dengan pelukanmu.
dik, sampaikan kata kangenku pada bapak.
berikan kabar tentang kepulanganku
tak usah kau memendam berita,
aku tak mau buat bapak terkejut ketika nanti aku tiba.
dik,, sampaikan salamku pada angin desa, pada bentangan sawah hijau yang dulu penuh cinta
apakah sekarang padi kita kena hama?
dik,, tak usah kau jemput aku. Tunggu aku di depan pintu.
genggam erat tangan ibu
dan papah dengan kuat pundak bapak.
Pundak kekar yang dulu mengangkat kita, terbang seperti pesawat di langit raya
dik,, aku benar-benar pulang.
ini surat kepulangan.
dan kali ini tak kan lagi ada delay.
Kau tak perlu gusar, tak perlu muram
aku benar-benar pulang membawa dollar
dik,, mungkin aku jahat
namun jika kau tahu, ingatanku sangat hebat
padamu, pada ibu, pada bapak, pada orang-orang desa
setiap sudut, jalan-jalan kecil, dan pohon ringin tempat kita tidur siang sepulang dari pematang
aku ingat semua.
dik,, aku hampir sampai
ketika kau membaca ini
tubuhku sudah menjamah bumi pertiwi
sebentar lagi,, kita bertemu kembali
dik,, berjanjilah padaku
jangan membenciku
jangan marah, jangan gusar
sungguh aku mencintaaimu
begitu pun pada bapak pun jua ibu..
dik,, ini surat terakhirku
karena aku tak akan pergi lagi
kepulanganku untuk terakhir kali
pada tanah desa kita
aku "kembali" (***)
-Subuh di puncak rindu-
From Ustadzah Hasna
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 comments:
Posting Komentar