SURAT KEPULANGAN*

Sabtu, 23 Juni 2012
(*surat kepulangan perantau negeri seberang) dik,, sampaikan kata cintaku pada ibu. katakan esok ku kan pulang membawa segepok dollar sampaikan salam rindu dan khidmatku, dan wakilkan pelukanku dengan pelukanmu. dik, sampaikan kata kangenku pada bapak. berikan kabar tentang kepulanganku tak usah kau memendam berita, aku tak mau buat bapak terkejut ketika nanti aku tiba. dik,, sampaikan salamku pada angin desa, pada bentangan sawah hijau yang dulu penuh cinta apakah sekarang padi kita kena hama? dik,, tak usah kau jemput aku. Tunggu aku di depan pintu. genggam erat tangan ibu dan papah dengan kuat pundak bapak. Pundak kekar yang dulu mengangkat kita, terbang seperti pesawat di langit raya dik,, aku benar-benar pulang. ini surat kepulangan. dan kali ini tak kan lagi ada delay. Kau tak perlu gusar, tak perlu muram aku benar-benar pulang membawa dollar dik,, mungkin aku jahat namun jika kau tahu, ingatanku sangat hebat padamu, pada ibu, pada bapak, pada orang-orang desa setiap sudut, jalan-jalan kecil, dan pohon ringin tempat kita tidur siang sepulang dari pematang aku ingat semua. dik,, aku hampir sampai ketika kau membaca ini tubuhku sudah menjamah bumi pertiwi sebentar lagi,, kita bertemu kembali dik,, berjanjilah padaku jangan membenciku jangan marah, jangan gusar sungguh aku mencintaaimu begitu pun pada bapak pun jua ibu.. dik,, ini surat terakhirku karena aku tak akan pergi lagi kepulanganku untuk terakhir kali pada tanah desa kita aku "kembali" (***) -Subuh di puncak rindu- From Ustadzah Hasna

0 comments:

Pages