Berfikir Sebelum Bicara

Minggu, 16 September 2012
Seorang pemuda berusia 24 tahun melepaskan pandangannya melalui jendela kereta api, seraya berteriak kegirangan:”Ayah, coba lihat, pohon- pohon itu menyusul kita”. Ayahnya tersenyum sambil menganggukkan kepala dengan wajah yang tidak kurang ceria. Di samping pemuda itu ada sepasang suami-istri yang mengamati tingkah pemuda yang kekanak-kanakan itu. Mereka berdua merasa sangat risih. Tidak lama pemuda itu kembali berteriak: “Ayah, lihat itu, awan ikut berjalan bersama kita”. Ayahnya tersenyum lagi menunjukkan kebahagiaan. Dua orang suami-istri di samping pemuda itu tidak mampu menahan diri, akhirnya mereka berkata kepada ayah pemuda itu: “Kenapa anda tidak membawa anak anda ini kedokter jiwa?” Ayah pemuda itu menjawab: “Kami baru saja kembali dari rumah sakit, anakku ini menderita kebutaan semenjak lahirnya, dan hari ini adalah hari pertama dia bisa melihat dunia dengan mata kepalanya”. Pelajaran: Setiap orang mempunyai cerita hidup masing-masing, oleh karena itu jangan memvonis seseorang dengan melihat zahirnya saja. Barangkali saja bila anda mengetahui kondisi sebenarnya anda akan tercengang. Maka kita perlu berfikir sebelum bicara.

0 comments:

Pages