#kami dengar, kami taat#
anakku, besok-lusa, kau akan besar di dunia yg berbeda..
ketika orang pandai berargumen atas nama rasionalitas dan akal sehat.
ketika orang justru suka bertanya balik atas sebuah pertanyaan apalagi sebuah penjelasan dan jawaban..
dibandingkan, kami dengar, dan kami taat.
anakku, besok-lusa, kau akan melihat sekitar ygg berbeda...
saat orang-orang sibuk berbual atas hal2 besar (yg menurut mereka besar)...
saat orang-orang gemar berbuncah atas hal2 sepele..
saat orang-orang lebih semangat menanyakan bentuk, cara dan sebagainya
dibandingkan, kami dengar, dan kami taat.
maka demikian, anakku...
jangan pernah bersedih jika kau kalah cakap berdebat..
jangan rendah hati jika kau terlihat berbeda sendiri..
percayalah.. kemuliaan tidak akan pernah tertukar..
kebahagiaan tidak pernah 'datang dari luar'...
dan janji kehidupan yg lebih baik (dunia maupun kelak) lebih terpercaya dibandingkan berita koran, televisi, mimbar pendidikan, buku2 atau apapun yg ada di sekitar kita..
maka demikian, anakku...
saat perintah itu datang...
kau akan berlari melaksanakannya..
bahkan meski walaupun kaki kita dibanduli peluru meriam..
karena begitulah ciri sejati 'para sahabat'
kami dengar... dan kami taat...
*repost dari Tereliye
Assalamualaikum Cinta
Teruntuk dirimu yang Kucintai karena Allah
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalaamu'alaikum Cinta....
Mungkin engkau sering bertanya-tanya dalam hati atau mungkin menerka-nerka mengenai perasaanku kepada dirimu untuk saat ini.
Inilah jawaban dari hatiku......
dirimu yang aku cintai karena Allah,
Andaikan engkau tahu seandainya memandang mu tidaklah dosa maka aku akan terus memandang mu.
Andaikan rindu ini adalah halal maka aku akan menghubungimu hingga berjam-jam dan meminta mu untuk datang menemuiku.
Andaikan di saat engkau memegang tanganku, memelukku, dan menciumku ini adalah halal bagi kita berdua.Maka akulah orang yang paling bahagia.
Tetapi ketika kau memegang tanganku dan memelukku dalam hati ku bercampur baur antara bahagia dan takut akan dosa,Andaikan aku bukan orang yang paham akan hukum Allah maka akulah orang yang ingin selalu engkau sentuh dan engkau peluk.Tapi aku sudah tahu hukumnya:
“Janganlah seorang laki-laki berkholwat (berduaan) dengan seorang wanita kecuali bersama mahromnya…”[HR Bukhori: Muslim]
“Seandainya kepala seseorang di tusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (Hadits hasan riwayat Thobroni dalam Al-Mu’jam Kabir 20/174/386 dan Rauyani dalam Musnad: 1283, lihat Ash Shohihah 1/447/226)
Apakah engkau tahu setiap hari, setiap menit aku ingat padamu dan berharap engkau menghubungiku.
Tapi yang aku bisa hanya menatap wajahmu dalam bayangan hatiku.
Mungkin engkau menganggapku kolot, tapi aku mengetahui satu hal :
”Melepaskan pandangan kepada yang haram akan mengakibatkan kecemasan, kesedihan dan luka di hati.
Tapi, Orang yang bahagia adalah orang yang dapat menundukkan pandangannya dan takut kepada Tuhannya”
Mungkin engkau merasa aku bukanlah orang yang romantis, aku tidak perhatian dan kau tidak pernah aku perdulikan.
Mungkin untuk saat ini aku memanglah begitu karena aku takut akan hukum Allah, bukan hanya aku yang akan Allah beri balasan tetapi kita berdua dan kedua orang tua kita yang membiarkan kita.
Aku berusaha agar kau tidak mengetahuinya.
Tapi apakah engkau tahu di dalam hati kecilku….engkaulah orang yang paling ingin aku beritahu tentang semua kegiatan yang kulakukan. Tapi rasa maluku selalu mengurungkan niatku tuk menyapamu terlebih dahulu.
Seringku perhatikan kau juga begitu, terlalu lama membalas pesan singkatku dan tak pernah menghubungiku lagi.Aku selalu bertanya-tanya dalam hatiku "Adakah aku dihatimu.?"
Tahukah kamu aku ingin sekali engkau datang dan menghawatirkan aku.
Tahukah kau, bahwa saat itu aku ingin sekali mendengar suaramu. atau jika harapanku berlebihan, kau bisa menggantinya dengan sebuah pesan singkat saja.
Berkali-kali aku mencoba memberanikan diri mengirimimu pesan. Ketika aku mengetik sebuah kata kemudian aku menghapusnya dan terjadi berulang-ulang.
Apakah engkau tahu mengapa aku seperti itu.
karena dua buah kata yaitu tidaklah halal. Ya karena hubungan kita tidak halal jadi aku takut Allah akan marah.Pacaran tu tidak halal,tapi bagaimana dengan kondisi kita yang berjauhan?,kita tak akan bersentuhan bukan, pertanyaan itu sering terlintas dipikiranku namun segera kutepis.Bukankah aku tak mengetahui isi hatimu..
Inilah jawaban atas cinta yg kau ungkapkan........
engkau datang memberikan aku kebahagiaan dan sekaligus memberikan aku sebuah keterpurukan, sakit, menderita, dan kecemasan.
Oleh karena itu aku menuliskan surat ini untuk mu…….
Dan inilah yang ku rasakan………..
Untuk dirimu mungkin aku tidak tahu seberapa besar cintamu kepadaku dan apakah aku lah seorang yang berada di hatimu.
Tetapi aku sangat tahu bahwa aku cinta padamu, aku rindu padamu, dan untuk saat ini engkaulah seorang yang berada di hatiku.
Aku berterima kasih kepada Allah telah mempertemukan kita berdua. Dan aku berterima kasih kepadamu sudah menjadi bagian yang menempati ruang kosong di hatiku.Semoga Allah merahmati kita berdua.
Dan apabila kau tidak bisa bersabar untuk menungguku, mungkin itulah jalan terbaik yang diberikan oleh Allah sehingga kita berdua akan menemukan pasangan yang terbaik untuk kita.
Semoga Allah mengganti kecemasan dan kekecewaan ini dengan sesuatu yang dapat menenangkan di kemudian hari. Aamiin ya Rabbal'alamin..
Inilah surat dari hatiku untuk dirimu yang aku cintai karena Allah.,,..
Do'aku selalu menyertaimu, semoga Rahmat dan HidayahNya senantiasa menyertaimu dan keluargamu dibawah naungan CintaNya.. Aamiin
Jika Allah tidak menyatukan cinta kita di dunia ini, semoga DIA mempersatukan cinta kita di SyurgaNya kelak yg kekal dan abadi..
Keep semangat meraih Cinta dan RidhaNya
BUKAN AKU
Madinat Nasr, 29 July 2012
Al-Mar'atusshalihah
Al-Mar'atusshalihah,
Mungkin aku memang tak romantis tapi siapa peduli?
Karena toh kau tak mengenalku dan memang tak perlu mengenalku.
Bagiku kau bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga terindah sekalipun.
Bagiku manusia adalah makhluk yang terindah, tersempurna dan tertinggi.
Bagiku dirimu salah satu dari semua itu, karenanya kau tak butuhkan persamaan dariku.
Al-Mar'atusshalihah,
Jangan pernah biarkan aku manatapmu penuh, karena akan membuatku mengingatmu.
Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu.
Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku.
Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa, sesemangat mentari.
Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh Lumpur.
Karena sesungguhnya dirimu terlalu suci.
Al-Mar'atusshalihah,
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung.
Ada ingin tapi tak ada henti.
Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu, meski ujung penutupmu pun tak berani kusentuh.
Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku karena sucimu kaupertaruhkan.
Mungkin kau tak peduli
Tapi kau hanya menjadi wanita biasa di hadapanku bila kau kalah.
Dan tak lebih dari wanita biasa.
Al-Mar'atusshalihah,
Jangan pernah kautatapku penuh
Bahkan tak perlu kau lirikkan matamu untuk melihatku.
Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku seorang yang masih kotor.
Aku biasa memakai topeng keindahan pada wajah burukku, mengenakan pakaian sutra emas.
Meniru laku para rahib, meski hatiku lebih kotor dari Lumpur.
Kau memang suci, tapi masih sangat mungkin kau termanipulasi.
Karena kau toh hanya manusia-hanya wanita.
Al-Mar'atusshalihah,
Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci yang dengan sepenuh hati membawamu kehadapan Tuhanmu.
Untuknya dirimu ada, itu kata fikiranku, terukir dalam kitab suci, tak perlu dipikir lagi.
Tunggu sang lelaki itu menjemputmu, dalam rangkaian khitbah dan akad yang indah.
Atau kejar sang lelaki suci itu, karena itu adalah hakmu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah.
Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci.
Al-Mar'atusshalihah,
Bariskan harapanmu pada istikharah sepenuh hati ikhlas.
Relakan Allah pilihkan lelaki suci untukmu, mungkin sekarang atau nanti, bahkan mungkin tak ada sampai kau mati.
Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di fana saat ini.
Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu, yang kaubangun dengan segala kekhusyu’an tangis do’amu.
Al-Mar'atusshalihah,
Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itu pilihan-Nya.
Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah.
Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki yang terpilih itu, melainkan pada jalan yang kaupilih,
seperti kisah seorang wanita dimasa lalu yang mana meminta ke-Islam-an sebagai mahar pernikahannya.
Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi.
Kekasih tempat kita memberi semua cinta dan menerima cinta
dalam setiap denyut nadi kita.
Cairo, 28 Juli 2012
Langganan:
Komentar (Atom)